Selamat Datang Di BITCOINCASH.WEB.ID
Informasi Seputar ICO dan Asset Digital Terbaru 2018



Cara Memilih ICO Yang Baik dan Menghindari ICO SCAM yang Semakin Marak Saat Ini

BY
0 COMMENTS
Semakin maraknya ICO (Initial Coin Offering) saat ini membuat sebagian orang-orang akan menjadi sedikit bingung harus memilih ICO mana yang paling baik dan rekomendasi untuk kita pilih di investasikan sebagai Produk atau Project yang paling layak kita harapkan nantinya.

Masa ini tidak jarang dan sering kali sebagian orang telah terjebak dan tertipu oleh ICO yang tidak jelas identitasnya, untuk sebagian teman-teman yang sudah berpengalaman itu bukanlah hal yang sulit untuk menghindarinya tetapi bagaimana untuk teman-teman yang belum begitu memahami bagaimana memilih ICO yang baik?

Berdasarkan pengalaman pribadi penulis sendiri dan pendapat para ahli ICO, di artikel kali ini penulis telah merangkum beberapa poin-poin penting yang bisa menjadi bahan pertimbangan dan acuan untuk memilih dan memilah ICO yang baik dan meminimalisir celah ICO SCAM itu nantinya.




►. Team Produk atau Project - Bukan rahasia lagi bahwa kesuksesan sebuah project ICO itu sangat bergantung pada semua team manajemen eksekutif seperti CEO, CTO, CMO dan seterusnya. Ini adalah orang-orang yang akan menghadapi tantangan teknis strategis project produk itu nantinya. Mereka harus sangat berpengalaman di bidangnya menurut rumus produk mereka. Lihat dan cari siapa mereka dan setidaknya mereka harus memiliki profil aktif di LinKedin dan FaceBook. Perlu di ingat, bahwa meskipun mereka pernah sukses pada ICO sebelumnya tapi apakah mereka mempunyai keahlian yang sesuai pada produk atau project ICO saat ini. Sebagai perbandingan, Dana Ventura Amerika lebih cenderung berinvestasi pada project-project yang para pendirinya telah gagal sebelumnya.
Semua team platform harus menunjukkan kinerja mereka secara aktif, untuk menjawab berbagai pertanyaan dan permasalahan komunitas atau calon investornya secara aktif.

►. Team Pengembang, Manajer Pemasaran, Team Komunikasi, Team Komunitas, Team Analisis dan seterusnya - Identitas dan profil mereka harus jelas, periksa apakah ada video atau foto kantor, alamat perusahaan atau foto team project tersebut.
Sebagai developer atau pengembang project tersebut, apakah mereka benar-benar memiliki keahlian di BlockChain?

►. Team Pengacara atau Penasehat Project - Penasehat adalah salah satu elemen yang penting juga. Dalam hal ini anda harus mengetahui track record dari team penasehat Project tersebut, Mereka seharusnya tidak terekspos pada ICO SCAM, mereka harus memiliki reputasi yang baik, ketenaran dan siap untuk membela kepentingan project.
Jika penasehat sebelumnya sering terlihat pada situs-situs tidak berguna dan sejenisnya, ini jelas sebuah penipuan. Team penasehat ICO hendaklah yang memang sudah terbukti memiliki kinerja dan track record baik sebelumnya.

►. Team ICO Sering Menghadiri Event-Event Penting Tertentu - Ya, project ICO yang tidak berniat buruk, biasanya team ICO akan menghadiri di berbagai event atau roadshow konferensi atau seminar BlockChain, Event ICO atau pertemuan penting lainnya. Sebaiknya team project bisa bertemu langsung dengan para calon atau investor mereka di berbagai event.Nah, jika mereka bisa menghadiri Event atau acara penting tersebut, tentunya itu menunjukkan identitas mereka pada publik.

►. Konsep Bisnis Produk atau Project - Misalnya saja mereka mengatakan, kami akan menjadi satu-satunya perusahaan yang akan menambang BitCoin di planet Mars dengan tanpa biaya dan lebih efisien, jelas mereka hanya membual saja dan itu di pastikan SCAM. Ide tersebut harus dapat diwujudkan dan dimengerti oleh kita meskipun itu penemuan baru di era ini. Lebih bagus lagi kalau produk atau project mereka sudah bekerja, setidaknya sudah memiliki MVP.
Project yang masih pada tahap perencanaan lebih beresiko berujung SCAM dan gagal.

►. Sumber Kode (Source Code) Produk atau Project - Ini adalah pengembangan nilai atau tidak ada hubungannya dengan BlockChain. Project yang meluncurkan ICO dengan produk atau ide yang tidak terkait dengan IT dan buku besar (BlockChain) didistribusikan menyebabkan sikap ambigu terhadap diri mereka sendiri. Namun demikian, ini tidak menghilangkan hak mereka untuk mengumpulkan dana dengan cara ini.
Namun, diharapkan bahwa project tersebut benar-benar terikat secara struktural pada detasemen dan membawa nilai kepada masyarakat.
Biasanya mereka akan mempublikasikan source code produk mereka pada profil GitHub.

►. Inovasi Produk atau Proyek - Jika produk atau project mereka tidak ada yang unik dari sekian produk yang ada di pasaran, tentunya itu tidak akan membuat orang-orang menyukainya. jelas itu sangat tidak baik untuk kelangsungan masa depan harga Token ataupun Coin itu sendiri.

►. Memiliki Perjanjian Dengan Exchange - Ya, hal inilah yang sering kali tidak kita temukan dari kebanyakan project ICO sebelumnya, sehingga kontributor akan memiliki sedikit rasa khawatir tentang prospek project ICO tersebut untuk kedepannya. Anda bisa memeriksanya di berbagai situs review ICO atau pada White Paper mereka, apakah mereka sudah mengantongi hal tersebut.

►. Menunjukkan ROI Kepada Investor atau Kontributor - Tentunya Anda sebagai investor atau kontributor pastinya ingin mendapatkan keuntungan dari dana Anda yang di gelontorkan pada project ICO tersebut. Periksalah, apakah mereka menunjukkan ROI pengembalian yang menjanjikan di masa depan atau malah sebaliknya.

►. Menunjukkan Alamat Project atau Perusahaan - Ya, mereka harus menunjukkan alamat perusahaan, organisasi platform mereka di situs ICO mereka secara transparan, seperti: alamat yang lengkap atau jelas, nomor telepon yang bisa di hubungi, email dan seterusnya.

►. Apakah Produk atau Project Saat ini Relevan - Tentunya produk mereka harus menjawab dan bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi di pasaran saat ini. Jika produk sudah ada di pasaran, mereka harus mempunyai produk dan project yang lebih unggul.

►. Apakah Produk atau Proyek Mereka membutuhkan ICO dan apa Timbal Baliknya - Poin yang sangat penting dan ini sangat perlu untuk diperhatikan adalah yaitu ide tentang Token ataupun Coin tersebut di mana itu akan diterapkan, bagaimana itu akan masuk ke dalam ekonomi project tersebut dan bagaimana ia akan tumbuh nantinya.
Selain itu, perlu kita memperhitungkan berapa jumlah uang yang dibutuhkan project atau produk mereka, seperti anggaran dana kas dan memperkirakan jumlah uang yang harus di dapat pada ICO mereka. Pada tahap ini, kita harus tahu apakah project mereka dapat bekerja tanpa mengeluarkan Token dan menarik beberapa project besar.
Kita juga harus mengetahui apakah produk atau project mereka benar-benar membutuhkan teknologi BlockChain dan mengapa mereka mengumpulkan dana dari ICO tersebut.

►. Siapa Target Produk atau Project Tersebut - Kita harus mengetahui presentasi penjualan Token atau Coin ICO mereka, apa dan siapa saja target produk atau project mereka saat ini, apa hanya target audiens atau calon investor. Pada poin ini apa hanya produk yang disajikan atau potensi investasi kita.
Kita harus menelusuri seberapa baikkah presentasi project mereka di berbagai forum-forum besar, misalnya seperti di BitcoinTalk, Reddit, Medium, YouTube dan forum serupa. Kita harus merasakan seberapa ramah dan menjawab semua keluhan para investor, pengguna dan lain-lain.

►. Di Mana Target Kontributor ICO Tersebut - Negara yang ketat menetapkan aturan Hukum tentang ICO seperti Amerika Serikat, Kanada dan China. Di bagian ini apakah mereka sudah menyelesaikan legalitas Hukum untuk penjualan ICO mereka. Kita tahu dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, China, Korea Selatan inilah investor yang paling berpengaruh pada setiap ICO.

►. Informasi Teknis Produk atau Project Pada WhitePaper - Pada poin ini kita harus mempelajari dengan seksama, bagaimana penjelasan rincian persentase akan produk atau project mereka di masa depan, di bagian ini kita tidak bisa mengabaikan begitu saja, kita harus benar-benar mempertimbangkan dan meyakini jika itu sesuai kebutuhan orang-orang saat ini dan di masa depan. Anda harus memastikan bahwa mereka memiliki dan mempunyai model keuangan yang jelas dan seterusnya.

►. Memiliki MVP atau Prototipe - Ya, Kita harus membuktikan kalau project tersebut sudah memiliki produk yang sudah aktif atau hanya sebatas demo saja. Jika mereka tidak mempunyai bukti produk mereka, sebaiknya anda mencari rekomendasi analisis lainnya.

►. Menunjukkan Traparansi Pencapaian Penjualan - Ya, mereka harusnya menunjukkan pencapaian penjualan ICO mereka di situs mereka secara transparan, dengan begitu kita akan mengetahui Soft Cap Atau Hard Cap Project ICO mereka.

►. Informasi Hukum Syarat dan Ketentuan Kebijakan Privasi Penggunaan - Penting untuk menentukan yurisdiksi yang akan digunakan untuk masalah Token atau Coin, jika memungkinkan anda bisa bertanya kepada pengacara yang berpengalaman, apakah skema tersebut melanggar hukum di negara ini. Jika tidak ada informasi hukum di situs ICO mereka ada resiko SCAM dikemudian hari.

►. Escrow - Sebuah escrow juga penting, escrow sebagai cara untuk memastikan pelaksanaan kewajiban sebelum Token Holder (Pemegang Token/Coin) dapat memiliki alasan bagus mengapa proyek ini bukan scam. Sebuah escrow dapat menjadi solusi teknis, tetapi lebih baik bahwa orang-orang nyata akan menikmati fungsi ini, menikmati kepercayaan dalam komunitas.

►. Verifikasi Smart Contract - Kemudian verifikasi Smart Contract dan periksa apakah mereka mempublikasikannya. Anda dapat melihat informasi ini di BlockChain. Jika hasilnya palsu, project tersebut kemungkinan akan menjadi SCAM nantinya.

►. Distribusi Token atau Coin - Apakah Token atau Coin yang anda beli tersebut sudah benar-benar diberikan kepada anda? Jika tidak, itu sudah bisa dipastikan bahwa mereka SCAM.

►. Legalitas Aspek Hukum - Perhatikan, apakah aspek hukum telah mencapai legalitas negara ICO yang bersangkutan atau legalitas hukum international.

►. Bagaimana Cara Membeli Token atau Coin Tersebut - Perhatikan juga pada poin ini, misalnya mereka menerima mata uang virtual apa saja, apakah mata uang fiat di terima? Project yang berniat baik sudah pasti menerima beberapa mata uang virtual atau fiat di ICO mereka.

►. Diskon atau Bonus Pembelian Token atau Coin Yang Terlalu Besar - Ini juga bisa menjadi salah satu signal SCAM dikemudian hari. Bukankah itu terlihat seperti model skema Piramida?

►. Memiliki Komunitas Yang Tinggi - Ya, komunitas yang tinggi itu juga membuktikan bahwa project tersebut bernilai baik, Anda bisa memeriksanya di media komunitas mereka seperti di: fanspage, telegram, twitter, reddit. linkedin dan seterusnya, Tetapi perlu di ketahui bahwa, apakah ICO tersebut memiliki komunitas yang tinggi itu karena bot, bounty, airdrop, atau organik?

►. Liputan Media Terkenal - Ini juga bisa menjadi nilai poin plus dari produk atau projek ICO tersebut, jika memang produk mereka adalah teknologi baru ataupun model bisnis baru, lebih mempunyai peluang dan prospek sukses di masa depan, tentunya produk atau project mereka akan di liput oleh beberapa media besar. Jika tidak, itu juga mengindikasikan bahwa produk atau project mereka adalah pasaran, jadi untuk apa anda harus menghabiskan dana pada project mereka. Contoh media besar dan berdedikasi misalnya seperti forbes.com, cointelegraph.com, cryptonews.com, ccn.com, yahoo.com dan lain-lain. Tetapi liputan media tersebut bukanlah suatu jaminan yang pasti, karena bisa saja liputan tersebut atas permintaan atau berbayar dari pihak project tersebut.

►. Rating Situs-Situs Review ICO - Ini termasuk penting juga, sebagai catatan bahwa situs review ICO terbaik, yang penulis rekomendasikan adalah situs icobench.com sebagai acuan kita memilih salah satu ICO yang baik, sebab di icobench.com ICO akan di nilai oleh para pakar ICO dari berbagai belahan dunia, mereka semua mempunyai berbagai keahlian tersendiri, seperti ahli BlockChain, ahli investasi, ahli programer, ahli keuangan, ahli hukum dan seterusnya.
Jika ada salah satu ICO tidak berani mendaftarkan produk atau project ICO mereka di icobench.com itu patut di curigai kecuali bagi project yang sudah mandiri tentunya itu bukan masalah yang serius.
Meskipun Rating yang tinggi atau komentar yang bagus dari pakar di sana, itu tidak menjamin 100% bahwa ICO itu akan sukses nantinya, situs review tidak lebih hanyalah sebagai bagian analisis kita.

INGAT!!! Lain dulu lain sekarang, Sekarang ini jangan lagi anda beranggapan, bahwa ICO itu tidak perlu Identitas developer maupun teamnya, bukankah BitCoin dulu tercipta tidak ada yang tahu siapa orangnya?.


Baca Artikel Lainnya :

*. EXMO Exchange Akan Mengeluarkan Token EXMO COIN Pada September 2018 Mendatang

*. Perbedaan Token Utilitas dan Token Keamanan

*. Apa Yang Di Maksud Dengan Lending Peer to Peer ( Pinjaman P2P)

*. Review ICO Welltrado Adalah Platform Marketplace Lending P2P Global Terpercaya Sejak 2016

*. Review ICO MultiVersum Adalah BlockChain Generasi Ke Empat Di Masa Mendatang

*. Berikut Ini Penjelasan Apa Itu Yang Di Maksud BlockChain

*. Berikut Ini ICO Terbaik dan Terbaru Top 10 Maret April Mei 2018

*. Berikut Ini Perbedaan Antara Token dan Coin (AltCoin)

*. Berikut Ini Penjelasan Tentang Apa Itu ICO Secara Lengkap

*. Ayo Menangkan Hadiah Total 3500 dollar Dari Kontes Terbaru MIDEX Sekarang Juga


Terlepas dari memilih ICO yang baik dari beberapa tips di atas, lalu bagaimana potensi harga dari Token atau Coin itu nantinya? Tentu itu akan mengacu lagi pada stock suplai Token atau Coin ICO itu sendiri, sebagai contoh jika ada project ICO mereka menjual Token atau Coin sebanyak 4.000.000.000, apa mungkin Token sebanyak itu akan berpotensi harganya tinggi nantinya setelah listing di market? Menurut hemat penulis sendiri, sangatlah mustahil Token atau Coin itu akan mahal. Semakin sedikit suplai Token atau Coin itu maka akan semakin berpotensi harganya tinggi nantinya (Supply and Demand).

Tetapi perlu di ingat dan di garis bawahi bahwa itu bukan satu-satunya alasan bahwa Token atau Coin itu akan mahal, misalnya saja sebuah produk yang baru dan menjadi multi fungsi di masa depan, tentu itu bisa saja Token atau Coin tersebut akan mahal, atau tergantung lagi sang Developer dan team produk tersebut bisa berkampanye dan mempromosikan pada dunia sehingga bisa membuat orang-orang meminati dan memerlukannya, tentu saja itu juga bisa mendongkrak harga Token atau Coin tersebut nantinya.

Terima kasih atas kunjungan anda dan mudah-mudahan artikel ini ada manfaatnya, selebihnya anda harus melakukan research (Due diligence) tersendiri terlebih dahulu dan jangan pernah berkontribusi dengan dana diluar kemampuan anda. Bijaklah dalam mengambil keputusan investasi di ICO apa dan manapun. Carilah informasi yang terpercaya dan mintalah pendapat ahli keuangan maupun ahli investasi.


Apa Yang Di Maksud Dengan Lending Peer to Peer ( Pinjaman P2P)

BY
0 COMMENTS

Mungkin Anda pernah mendengar kata-kata Lending Peer-to-Peer (P2P)? jika belum pernah, jangan khawatir karena pada artikel kali ini penulis akan sedikit menjelaskan Apa Itu Lending Peer to Peer. Untuk beberapa kalangan masyarakat Indonesia, P2P lending merupakan hal baru. Secara singkatnya, P2P lending bisa di umpamakan sebagai sebuah perusahaan yang mempertemukan para pemberi pinjaman (Investor/Kreditur) dengan para pencari pinjaman (Borrower/Debitur) jadi satu untuk mencapai kesepakatan satu sama lain.

Jangan di ibaratkan seperti platform Lending Coin-Coin yang pernah merajalela di tahun 2017 yang lalu ya, selain jadi tempat bertemunya antara Pemberi Pinjaman dan Calon Peminjam, P2P lending ini juga menjadi tempat para investor untuk mengetahui lebih mendalam bahwa para borrower yang dipasang di website P2P lending adalah peminjam dengan kualitas terbaik dan identitas yang cukup Valid.




APA ITU LENDING PEER to PEER (P2P)...???

Peer-to-Peer Lending adalah kegiatan pinjam dan meminjam uang, kebanyakan untuk modal usaha, untuk individu atau sebuah bisnis melalui layanan online yang mempertemukan debitur dengan kreditur. Karena perusahaan peer-to-peer lending biasa beroperasi secara online, mereka bisa berjalan dengan overhead yang lebih rendah dan memberi layanan yang lebih murah dibanding dengan institusi finance tradisional. Oleh karena itu, kreditur dapat menghasilkan uang lebih tinggi dibandingkan melalui tabungan dan investasi BANK. Sementara itu debitur dapat meminjam uang dengan rate yang lebih rendah.

Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa perusahaan peer-to-peer lending. 10%-20% industri Fintech di Indonesia dikuasai oleh P2P lending. Menurut berita yang dilansir dari Kompas, sampai bulan September 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa penyaluran dana melalui Fintech P2P lending di Indonesia sudah mencapai Rp 1,6 triliun. Ini tentunya menunjukkan pertumbuhan positif untuk industri tersebut.

Perusahaan P2P lending dengan sangat teliti telah menyaring dan menganalisis para Peminjam ini. Dengan demikian, para investor akan merasa nyaman dan aman dengan pilihan produk pinjaman dari perusahaan P2P lending ini dan itu pula sebabnya perusahaan P2P lending seperti Investree, KoinWorks, WestlandStorage dan WellTrado juga menaruh uang mereka dalam produk pinjaman yang ditawarkan cukup beragam ada yang 0.1% hingga 5%.

Pemberi pinjaman (Investor/Kreditur) ini bisa saja semua lapisan masyarakat yang merasa memiliki uang lebih untuk dipinjamkan. Sementara peminjam (Borrower/Debitur) ini bisa saja semua lapisan masyarakat atau pun UMKM yang membutuhkan dana untuk perkembangan usahanya. Nah, melalui platform P2P lending ini, perusahaan ini bertugas mengumpulkan para calon peminjam kemudian menyortirnya berdasarkan kelayakan bisnisnya. Di sisi lain, si perusahaan juga mengumpulkan para calon pemberi pinjaman yang kredibel. Selanjutnya, perusahaan akan menawarkan profil si peminjam kepada para pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman yang merasa cocok dan tertarik, tentu saja akan langsung klik memberikan pinjaman. Peminjam pun, juga bisa dengan cepat mencairkan pinjamannya.

Jadi dalam metode P2P lending ini, si perusahaan bisa menjodohkan para pencari pinjaman dan para pemberi pinjaman dengan cepat, tepat, akurat, aman, serta kapan saja. Bahkan dibandingkan dengan perjodohan ala bank. Hasilnya, pencari pinjaman dapat akses keuangan cepat dan mudah. Sementara pemberi pinjaman bisa mendapatkan pendapatan bunga bersama dengan pengembalian pinjaman. Mau tahu apa saja kelebihan P2P lending ketimbang BANK? Yuk, kita telusuri bersama-sama.

Mari kita mulai dari proses aplikasinya. Bayangkan Anda adalah pemilik bisnis kecil yang ingin mengakses pinjaman untuk pertumbuhan usaha Anda. Jika Anda memilih skema P2P lending, langkah awal yang dilakukan adalah memilih perusahaan P2P lending yang cocok atau sesuai dengan kriteria Anda tentunya.

Langkah berikutnya, Anda harus melakukan profiling bisnis yang Anda miliki dengan baik untuk mempermudah proses aplikasi. Investor bisa melihat lihat data dan informasi yang ada kemudian menyetujui untuk turut didalam memberikan pinjaman. Nah, jika pinjaman sudah disetujui, hanya dalam waktu tiga hari saja pinjaman dapat Anda cairkan. Langkah berikutnya, Anda harus menumbuhkan bisnis Anda seiring dengan pembayaran pinjaman.

Bagaimana bila dibandingkan system aplikasi di BANK? Anda yang menyukai metode pinjaman BANK, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilah produk pinjaman apa yang cocok dari sisi suku bunga, kriteria dan persyaratannya. Langkah kedua, kumpulkan informasi mengenai diri pribadi Anda serta bisnis Anda. Jangan lupa cantumkan rencana bisnis, perencanaan anggaran serta pernyataan kepemilikan asset.

Berikutnya, Anda harus memberikan data dan bukti bahwa bisnis Anda memiliki prospek baik. Misalnya dengan memberikan estimasi cash flow, serta akun yang terbaharui minimal dua tahun. Langkah keempat, Anda harus memberikan gambaran berapa pinjaman yang dibutuhkan dan untuk apa saja?

Langkah kelima, isi formulir aplikasi. Beberapa bank memperbolehkan pengisian aplikasi secara online tapi kebanyakan harus bertemu dengan bankir khusus. Setelah mengisi formulir, tunggu beberapa lama sampai pihak BANK merespon Anda. Di proses selanjutnya, yakni menunggu respon bank, bisa memakan waktu hingga 3 bulan. Pada proses ini, tidak jarang BANK menginginkan informasi tambahan mengenai Anda dan bisnis Anda. Jadi, Anda harus siap siaga!

Selanjutnya, jika aplikasi sudah disetujui BANK, Anda masih harus menunggu pencairan dananya. Biasanya, lamanya hingga 14 hari waktu kerja. Dari sisi aplikasi saja, meminjam di BANK lebih ribet ketimbang meminjam di perusahaan Lending P2P. Kalau di bandingkan dari sisi waktu atau lama proses aplikasi, rata-rata pinjaman metode Lending P2P hanya butuh waktu 12 hari saja. Bandingkan dengan BANK yang butuh waktu 3 s/d 6 bulan! Jika dihitung dari sisi biaya, tentu saja metode Lending P2P lebih murah dan simple karena Anda melakukannya secara online, bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja cukup klik dari gadget Anda dan tunggu proses yang singkat.

Bagaimana jika Anda adalah pemberi pinjaman? Nah, ketimbang menyimpan uang di BANK, ternyata metode jasa platform Lending P2P ini bisa memberikan anda return atau tingkat pengembalian bunga lebih tinggi dibanding bunga deposito BANK. Dari pengalaman pemberi pinjaman di beberapa perusahaan P2P lending di luar negeri (WestlandStorage dan WellTrado), para pemberi pinjaman bisa menikmati return antara 5%-15% per tahun dalam kurun waktu 3-5 bulan tergantung tenor invoice yang di pilih.

Tentu saja ada resiko yang bisa saja ditanggung oleh Anda sebagai pemberi pinjaman, yang paling nyata, si peminjam tersendat atau gagal mengembalikan pinjaman. Tapi, biasanya ada kontrak khusus antara peminjam dan pemberi pinjaman yang disahkan dengan akta hukum tertentu.

Di Indonesia, Anda bisa saja kesulitan mencari perusahaan P2P lending, tapi jangan khawatir. Bagi Anda calon pemberi pinjaman atau calon peminjam yang tertarik dengan metode Lending P2P, bisa mempertimbangkan penawaran di Investree, KoinWorks, perusahaan P2P Lending besar yang bermarkas di Jakarta yang tentunya sudah terdaftar dan di awasi oleh OJK.


Berikut Daftar Perusahaan Peer to Peer Lending yang bisa menjadi pilihan Anda berinvestasi dan mendapatkan return yang tinggi:

1. Investree
Return yang Atraktif
Lender akan langsung menerima bunga yang dibayarkan oleh Borrower tanpa beban biaya apapun.

Resiko Terukur
Analisis komprehensif terhadap invoice yang diajukan oleh Calon Borrower. Pendanaannya pun dijamin berkualitas.

Easy Entry
Dengan proses simpel, 100% online, Anda dapat mendanai mulai dari Rp 5.000.000 untuk Business Loan dan Rp 1.000.000 untuk Employee Loan
.


2. KoinWorks
KoinWorks adalah perusahaan Fintech Lending Indonesia yang melayani investasi online P2P Lending dengan machine learning yang inovatif, menghubungkan Investor dengan Peminjam dalam sebuah platform teknologi mutakhir. Investor dapat berinvestasi mulai dari Rp 100.000 dan Peminjam dapat mengajukan pinjaman dengan bunga rendah.


3. WestlandStorage
Westland Storage adalah platform Lending Peer to Peer skala Global yang memungkinkan Anda berinvestasi pada real estate, dapatkan keuntungan harian dari sewa mereka hingga 1% setiap hari seumur hidup.

Westland Storage menawarkan Anda untuk menjadi pemilik saham real estat di seluruh dunia. Dengan pilihan berinvestasi menggunakan mata uang virtual CryptoCurrency seperti: BitCoin, BitCoinCash, Ethereum, LiteCoin, DashCoin
.


4. WellTrado
WellTrado adalah Platform Lending Peer to Peer skala Global yang sudah beroperasi sejak 2016, sudah banyak perusahaan yang mempercayai dan menanamkan saham di WellTrado.

Beberapa kali WellTrado telah mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan Peer to Peer Lending yang terbaik dan terpercaya skala Global
.



SUMBER ARTIKEL: Investree

Baca Artikel Lainnya :

*. Review ICO Welltrado Adalah Platform Marketplace Lending P2P Global Terpercaya Sejak 2016

*. Review ICO MultiVersum Adalah BlockChain Generasi Ke Empat Di Masa Mendatang

*. Berikut Ini Penjelasan Apa Itu Yang Di Maksud BlockChain

*. Berikut Ini ICO Terbaik dan Terbaru Top 10 Maret April Mei 2018

*. Berikut Ini Perbedaan Antara Token dan Coin (AltCoin)

*. Berikut Ini Penjelasan Tentang Apa Itu ICO Secara Lengkap

*. Ayo Menangkan Hadiah Total 3500 dollar Dari Kontes Terbaru MIDEX Sekarang Juga

*. Perbedaan Token Utilitas dan Token Keamanan

*. Tata Cara Daftar akun dan Beli Token MIDEX

*. Review SIGNALS Salah Satu ICO Terbaik 2018



CATATAN PENTING !!!

Artikel ini bukanlah sebagai nasehat Investasi, kecuali hanya pendapat penulis pribadi yang bersumber dari berbagai artikel lainnya dan hanya untuk tujuan informasi saja.
Khususnya ditujukan kepada anda yang mencari informasi tentang
Apa Itu Lending Peer to Peer.

Sebaiknya anda melakukan research (Due diligence) tersendiri terlebih dahulu dan jangan pernah berkontribusi dengan dana diluar kemampuan anda. Bijaklah dalam mengambil keputusan investasi di ICO apa dan manapun. Carilah informasi yang terpercaya dan mintalah pendapat ahli keuangan maupun ahli investasi.


Achmad Surya Afandy

Advisor at Era Swap Token, Advisor at btc-alpha.com, Advisor at GSC, Expert at Experty.IO, Consultant at The Himalayan ROI, Marketing Manager at BestRate.ORG, Marketing Manager at pclab.IO


BACK TO TOP